Sabtu, 29 Oktober 2011

0

Sistem Air Balast Pada Kapal

  • Sabtu, 29 Oktober 2011
  • Kang Mini
  • Share

  • Ribuan spesies laut (termasuk bakteri dan mikrobia yang lainya, invertebrate kecil, kista, dan larva berbagai spesies) yang terkandung dalam air ballast kapal. Ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi di dunia. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Karena organism asli bercampur dengan organism pendatang menyebabkan banyak terjadi mutasi genetika.


    Untuk itu dikeluarkan peraturan tentang manajemen air ballast. Hal ini dimaksudkan untuk megurangi penyebaran organism laut yang tidak terkendali lagi. Berikut adalah standar manajemen air ballast disesuaikan dengan ukuran kapal dan tahun pembuatan:


    Standar manajemen air balas berdasar regulasi D-1:
    1. Ketika proses pengisian atau pengosongan ballast, system kapal harus mampu mengisi atau mengosongkan sedikitnya 95% dari total kapasitas tangki ballast.
    2. Untuk kapal dengan menggunakan metode pumping-through, kemampuan pompa harus dapat memompa menerus selama pengisian 3x volume tangki balas.
    • Standar manajemen air balas berdasar regulasi D-2:
    1. Kapal dengan system manajemen air balas tidak boleh mengeluarkan lebih dari 10 organisme hidup tiap meter kubik atau setara dengan ukuran lebih dari 50 mikrometer dan tidak boleh mengeluarkan lebih dari 10 organisme hidup tiap milliliter untuk ukuran kurang dari 50 mikrometer. Indicator discharge mikroorganisme tidak boleh melebihi konsentrasi yang ditentukan berikut:
    • Toxicogenic vibrio cholera kurang dari 1 cfu ( colony forming unit ) tiap 100 mililiter atau kurang dari 1 cfu per gram zooplankton
    • Eschericia coli kurang dari 250 cfu per 100 mililiter
    • Intestinal entericocci kurang dari 100 cfu per 100 mililiter


    System manajemen air balas harus disetujui oleh pihak sesuai dengan regulasi IMO
    Ada beberapa perlakuan untuk menangani masalah ini.beberapa diantaranya adalah dengan proses kimia dan proses fisika.
    • Proses kimia: dilakukan perlakuan khusus terhadap air balas dengan bahan kimia seperti chlorine atau ozone untuk membunuh organism yang terkandung di dalamnya.
    • Proses fisika: dapt dilakukan dengan radiasu ultra violet, pemanasan, penyaringan, dan sedimentasi.
     Salah satu contoh system peralatan yang digunakan untuk menunjang peraturan ini adalah alat berupa sedimentor yang dapat bekerja pada system balas dengan rata-rata aliran mulai 50m3/jam-500m3/jam. Di bawah ini adalah contoh sedimentor dengan hasil pengujian berdasar standar IMO.



    Alat ini terdiri dari 2 komponen utama yaitu:
    1. Sediment removal system “sedimentor” untuk menghilangkan sedimen dan biota ( 80% > 10 mikron )
    2. System electrolysis untuk membasmi bakteri dan organism kecil lainya.

    0 Responses to “Sistem Air Balast Pada Kapal”

    Poskan Komentar

    Subscribe